Bupati Sinjai Beri 'Amunisi' Tambahan untuk Nakes yang Bertugas di Daerah Terpencil

9/28/2021 | 18:26 WIB

Bagikan:

 

Bupati Sinjai Beri 'Amunisi' Tambahan untuk Nakes yang Bertugas di Daerah Terpencil

INSTINGJURNALIS.com - Untuk memastikan pelayanan kesehatan tersentuh hingga ke pelosok, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai memberikan insentif tambahan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di daerah terpencil.


Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa (ASA) mengatakan, pemberian insentif tambahan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap nakes yang rela bertugas di daerah terpencil. Lantaran resiko yang mereka hadapi besar. 


Nakes yang bertugas di daerah pegunungan misalnya. Mereka kerap jalan kaki karena jalan sulit diakses kendaraan roda dua akibat licin dan terjal. Terlebih lagi ketika memasuki musim hujan. 


Termasuk nakes yang bertugas di Pulau Sembilan. Tantangan dan perjuangannya juga berat. Ketika cuaca buruk sehingga membahayakan keselamatannya. Sementara pelayanan kesehatan harus terasa hingga pelosok. 


"Meskipun nilainya belum seberapa tetapi tambahan insentif ini sebagai bentuk apresiasi kami kepada para nakes yang rela bertugas di wilayah terpencil, resikonya besar, butuh perjuangan," beber ASA


Oleh karena itu, dia menggelontorkan anggaran sekitar Rp600 juta per tahun untuk merealisasikan salah satu program unggulannya ini. Semata untuk memastikan pelayanan terasa hingga pelosok. 


Mulai dari pelayanan imunisasi, vaksinasi, cek kehamilan, hingga pelayanan kesehatan lainnya. "Insya Allah program ini akan terus kami lanjutkan, kami juga berharap kerja sama nakes agar program ini bisa berjalan dengan baik," tambahnya.


Kepala Puskesmas Pulau Sembilan, Agus Salim mengapresiasi program ini. Menurutnya, langkah ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Sinjai dalam memperhatikan kesejahteraan nakes yang bertugas di daerah terpencil. 


Kehadiran program ini sangat ia rasakan. Lantaran, dirinya harus merogoh Rp30 ribu untuk ongkos pulang pergi dari Pulau ke Sinjai kota. 


"Ini membantu kami, terutama untuk biaya transportasi kami dalam bertugas, meski belum seberapa tapi sudah ada diberikan kami," ujarnya.


Berdasarkan data yang dihimpun, beberapa Puskesmas di Sinjai masuk kategori terpencil antara lain, Puskesmas Tengngalembang, Manipi, Borong, Biji Nangka, dan Puskesmas Pulau Sembilan. Terdapat 8 dokter yang bertugas di wilayah tersebut dengan jumlah insentif tambahan Rp1,5 juta per bulan. 


Sementara tenaga non medis sebanyak 114 orang. Terdiri dari perawat, bidan, apoteker, laboratorium, dan tenaga kesehatan masyarakat. Jumlah insentif tambahan mereka Rp350 ribu per bulan. 


Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI