Kasus Pemukulan Warga di Pelabuhan Bajoe, Begini Kronologi Versi Korban Vs Versi TNI

5/13/2022 | 18:55 WIB

Bagikan:


INSTINGJURNALIS.Com--Pria bernama Risal warga Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, mengaku menjadi korban pemukulan di Pelabuhan Penyebaran Bajoe, Kamis (12/05/2022) kemarin sore.


Menurut keterangan korban, insiden tersebut terjadi setelah adanya perselisihan dengan anggota Polisi Militer (POM). Korban menceritakan saat itu dirinya membantu penyebrangan pengguna jasa. Tetapi kata dia, anggota saat itu melakukan penjagaan menahan beberapa orang dan meloloskan beberapa orang.


"Dia kasih masuk ada juga yang ditahan sehingga saya minta supaya ditahan semua atau dibiarkan semua, kemudian saya teriak dan memukul kendaraan," kata Risal ke awak media, Jumat (13/05/2022).


Saat itu dia didatangi oleh petugas POM dan terjadi perdebatan. Meskipun begitu korban sepakat berdamai. "Setelah itu saya bertemu salah satu anggota POM dan melakukan pemukulan dan membuat kepala saya dan wajah saya bengkak semua, saya sudah visum ke Rumah Sakit," katanya.


Sementara itu, secara terpisah Dandempom Bone melalui Letda Agus Subiantoro mengatakan, insiden tersebut berawal saat anggotanya melakukan penjagaan dan menahan salah seorang penumpang.


"Saat itu kita lakukan penjagaan kemudian kami tahan salah penumpang, namun korban marah dan memukul salah seorang pengendara karena mungkin keluarganya yang kami tahan," kata Agus, Jumat (13/05/2022).


Melihat kejadian itu, anggota POM yang bertugas pun datang berusaha mengamankan situasi. Namun, bukannya justru diam korban malah marah.


Tidak lama kemudian, korban mendatangi pos kedua dan marah dan membentak seluruh penjaga termasuk satpam yang ada lokasi tersebut hingga akhirnya terjadi pemukulan.


Selain itu, Agus menjelaskan saat dilakukan pengecekan di ASDP korban tidak termasuk pegawai. "Kami juga sudah melakukan pengecekan di ASDP, nama korban tidak ada dalam disitu korban itu calo," tambahnya.

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI