TSMpGUd8BUMoGUMoTSO6TSM7Ti==

Malu Daerahnya Masuk Daerah Termiskin, Warga Kajuara Harap Pemkab Bone Jadikan Sinjai Referensi Pelayanan Publik

 

Kantor Bupati Kabupaten Bone. (Arsip)

INSTINGJURNALIS.COM Tidak menerima jika kampungnya masuk daftar daerah termiskin di Sulsel, Andi Amran yang biasa disapa Tta Imbang warga yang berdomisili di Kecamatan Kajuara, kabupaten Bone berharap agar Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi agar bisa mencontoh sistem dan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai.


Menurutnya, Kabupaten Bone yang memiliki luas wilayah yang cukup memadai selain sumber pendapatan daerahnya lengkap mulai dari laut dan darat yang memiliki sumber pendapatan lokal, diharapkan bisa lebih unggul dan keluar dari 'stempel' Daerah termiskin di Sulsel.


"Bicara soal sumber pedapatan dan aset Pemerintah di Kabupaten Bone itu lengkap baik dari lautnya darat dan udaranya potensi menghasilkan pendapatan yang luar biasa untuk dijadikan sumber perekonomian yang menopang taraf hidup msayarakat itu sendiri. Kalau mau dibandingkan kabupaten Sinjai itu susah karena di Kabupaten sebelah ini sejumlah program itu selain serba gratis mulai pendidikan dan kesehatannya juga manejemennya tepat sasaran dan terbantuh masyarakat disana, tidak dipersulit dengan adanya aroma percaloan, dan ini hanya sebatas harapan agar Pemerintah Kabupaten Bone setidaknya belajarlah di Kabupaten Sinjai. Itu jujur saya," katanya, Selasa (28/3/2023)


Jauh sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis data kemiskinan dan ketimpangan di setiap daerah Kabupaten, tercatat akhir Desember 2022.  Dari data yang dirilisnya tersebut, 9 daerah di Sulsel masuk kategori termiskin dengan angka kemiskinan di atas 10 persen diberbagai indikator dan fariabelnya termasuk Kabupaten Pangkep, Jeneponto, Luwu, Luwu Utara, Enrekang, Tana Toraja, Kepulauan Selayar, Toraja Utara dan Bone.


Angka tersebut mengalami penurunan setiap tahunnya. Sebelumnya terdapat 8,84 persen pada tahun 2021 dari total penduduknya dan 9,00 persen pada tahun 2020. 


Menanggapi data tersebut, Kepala BPS Kabupaten Sinjai, Arif Miftahuddin mengatakan data tersebut diperoleh berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan mengukur kemiskinan menggunakan berbagai konsep dan indikator sebab kemampuan disetiap wilayah yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakatnya dan pendekatan tersebut, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. **Satria 




BERLANGGANAN ARTIKEL, IKUTI KAMI : [ADS]


Komentar0