Prihatin, PMII Bone Beri Bantuan ke Kakek Buta Asal Lappo Ase

12/01/2019 | 21:56 WIB

Bagikan:
Kakek Baddile warga Desa Lappo Ase, Kec. Awangpone, Kab. Bone (duduk)
INSTINGJURNALIS.Com--Kisah Kakek Baddile (70) tahun yang hidup dengan kondisi kebutaan selama bertahun-tahun, di Desa Lappoe Ase, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone.

Dengan usia yang tak lagi muda serta cacat pada mata yang menimpa dirinya, membuat kakek Kakek Baddile tak bisa berbuat banyak.

Kakek berusia lebih dari setengah abad itu hanya bisa terduduk diam di dalam rumah akibat penyakit mata yang menimpa dirinya.

Hal itu cukup mengetuk hati anggota Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islama Indonesia (PMII) Cabang Bone.

Melalui Ketua PC PMII Bone, Sudri merasa prihatin dengan kondisi Kakek Baddile yang hanya mengandalkan uluran tangan tetangga untuk menyambung hidup.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi Kakek Kade, sudah tua, hidup sebatang kara. Saya bersama anggota melakukan penggalangan dana untuk disalurkan bantuan dalam rangka meringankan beban Kakek Kade,” katanya, Minggu (01/12/2019).

PMII Bone memberikan bantuan ke Kake Baddile.
Lebih lanjut, Sudri menceritakan kondisi kakek Baddile yang sangat memperihatinkan, dengan kondisi kediamannya yang sudah lapuk dimakan usia.

"Ia sudah mengalami kebutaan sejak 10 tahun lalu dan dia tidak pernah bekerja, bahka.n ia terkadang bermalam di kolom rumahnya. Karena itu, bersama anggota kami memberikan bantuan hasil dari aksi penggalangan dana," lanjutnya.

“Kondisi yang di alami oleh Kakek Baddile merupakan tanggungjawab bersama, olehnya itu saya mengambil peran sebisa saya lakukan. Mudah-mudahan itu bisa meringankan bebannya” tambah Mantan Sekum, PC PMII Bone itu.

(Muhammad Irham)
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI