Buka Posko Kemanusiaan Banjir Bandang Masamba, Bupati ASA Ajak Semua Pihak Ikut Berdonasi

7/17/2020 | 09:24 WIB

Bagikan:
Buka Posko Kemanusiaan Banjir Bandang Masamba, Bupati ASA Ajak Semua Pihak Ikut Berdonasi
Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA)
INSTINGJURNALIS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai memastikan akan ikut membantu sejumlah kebutuhan untuk masyarakat yang terdampak banjir bandang di Masamba Kabupaten Luwu Utara.

Demikian dikatakan Asisten I Setdakab Sinjai Mukhlis Isma. Menurutnya, saat ini Pemkab Sinjai telah membuka posko peduli bencana alam Masamba yang telah dibentuk.

Posko ini dipusatkan di Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sinjai Utara.

"Kami telah mendirikan posko kemanusiaan bertempat di Kantor Dinas Sosial, ini sebagai wujud awal perhatian Pemkab Sinjai untuk saudara-saudara kita di Masamba," ungkapnya, Kamis (16/7/2020) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Sinjai Muh. Irvan menambahkan bahwa pihaknya akan mengirimkan surat resmi ke masing-masing OPD Lingkup Pemkab Sinjai untuk ikut berpartisipasi dalam bantuan kemanusiaan nantinya.

"Insya Allah surat resmi ke OPD akan kami salurkan setelah di tandatangani oleh Pak Bupati. Adapun perihalnya adalah wujud kepedulian aparat pemerintah daerah untuk membantu korban bencana alam di Luwu Utara," kata Irvan.

Posko peduli kemanusiaan ini, mendapat respon positif dari Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA). Secara khusus ASA mengaku akan berpartisipasi dan berdonasi untuk bantuan kemanusiaan korban banjir bandang di Lutra.

"Insya Allah saya sendiri akan berpartisipasi, tetap berkordinasi dengan semua unsur, kalau bisa nanti sama-sama semua berangkat disana," ujar ASA.

Dalam kesempatan ini, ASA menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa di Kota Masamba beberapa waktu lalu.

Dia juga mengajak, bagi warga yang tergerak dan berempati terhadap nasib saudara-saudara di Luwu Utara, kata ASA, bisa menyalurkan bantuan melalui Posko Induk.

Diketahui banjir bandang di Kabupaten Lutra pada Senin (13/7/2020) lalu, mengakibatkan kerusakan parah dan merenggut korban jiwa, rumah serta sejumlah fasilitas umum seperti masjid, sekolah, dan lainnya, terendam air hingga lumpur setinggi 1,5 meter.

Hingga kini, pemerintah masih terus melakukan pendataan terkait kerugiaan materjal dan jumlah korban. (*)

Editor : Satria
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI